www.riau12.com
Selasa, 08-09-2026 | Jam Digital
07:56 WIB - Mancokau Ikan di Tanjung Belit, Ahmad Yuzar: Jaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita | 07:36 WIB - Garuda Muda Bungkam Juara Bertahan Australia 2-0, Indonesia Lolos ke Piala Asia U-20 2027 | 07:22 WIB - Erupsi Anak Krakatau Meluas, 1.558 Penerbangan Tertunda hingga Sekolah Terapkan PJJ | 07:10 WIB - Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan OTK, Ditendang hingga Jatuh dari Motor | 06:47 WIB - Asap Makin Pekat, Sekolah PAUD hingga SMP di Pekanbaru Kembali Daring Dua Hari | 20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir
 
Capai 32 Persen, Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Riau Masih Rendah: Ini Faktor Penyebabnya
Sabtu, 11-05-2024 - 08:26:26 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU- Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Riau masih rendah. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau mencatat, sampai awal Mei 2024 ini baru mencapai 32 persen lebih.

Kepala Bapenda Provinsi Riau Evarefita melalu Kepala Bidang Pajak Muhammad Sayoga mengatakan, realisasi PKB mengalami penurunan disebabkan beberapa faktor.

"Realisasi PKB kita 32 persen. Memang sedikit menurun dari target. Namun kondisi ini juga terjadi bukan hanya di Riau saja, tapi seluruh Indonesia juga mengalami hal sama," kata Yoga, Jumat (10/05/2024).

Yoga menyebut, faktor rendahnya realisasi PKB salah satunya adanya pemilihan umum (Pemilu) pada Februari 2024 lalu.

"Saat kemarin kita rapat yang dipimpin Korlantas Polri, daerah seluruh Indonesia juga terjadi penurunan realisasi pajak kendaraan. Faktornya karena Pemilu," sebutnya.

Lanjut Yoga, faktor lainnya karena di awal tahun lalu kabupaten kota di Provinsi Riau terdampak bencana banjir. Hal ini faktor utama yang membuat progres PKB sedikit melambat.

"Kita di Riau selain faktor Pemilu, tambah kemarin di awal tahun 10 daerah di Riau terdampak banjir. Sebab UPT-UPT kita yang terdampak banjir, realisasi pendapatannya rendah semua. Petani kita juga pasti terdampak saat banjir kemarin. Mobilitas juga terganggu saat ingin mambayar pajak," terangnya.

"Mudah-mudahan setelah pemilu dan tidak ada lagi daerah Riau yang terdampak banjir, sampai akhir tahun realisasi pajak kendaraan kira bisa tinggi. Apalagi sekarang kita ada kebijakan keringanan denda keterlambatan bayar bayar satu bulan hanya 2 persen, dan maksimal 15 bulan. Tentu ini sangat meringankan masyarakat yang terlambat bayar pajak kendaraan," tambahnya.(***)

Sumber: Cakaplah.com



 
Berita Lainnya :
  • Capai 32 Persen, Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Riau Masih Rendah: Ini Faktor Penyebabnya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved