www.riau12.com
Kamis, 10-09-2026 | Jam Digital
13:30 WIB - PTPN IV Regional III Salurkan Rp3,65 Miliar TJSL, Sasar Pendidikan hingga UMKM Riau | 13:19 WIB - Tukang Gigi Tewas Dikeroyok di Pelalawan, 4 Orang Diamankan | 11:35 WIB - Dari Kasi, Plt, Kini Definitif: Siti Melia Resmi Jabat Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Kampar | 11:14 WIB - Misharti Lantik 17 Pejabat Kampar, Eks Sekretaris DPMPTSP Pekanbaru Dapat Jabatan Strategis | 10:10 WIB - Beasiswa Rp5 Miliar Dibuka, PKB Kampar: Janji Politik Ahmad Yuzar-Misharti Mulai Dibuktikan | 16:11 WIB - Truk Galian C Diduga Rusak Jalan Kampar, DPRD Riau Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin
 
Jelang Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Isu Perombakan Eselon II Semakin Mencuat, Begini Kata Pengamat
Senin, 30-12-2024 - 15:32:11 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Isu perombakan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau semakin hangat diperbincangkan jelang pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih, Abdul Wahid dan SF Hariyanto. Spekulasi mengenai pejabat yang berpotensi non-job pasca pelantikan terus berkembang.

Pengamat hukum, Dr. Ragil Ibnu Hajar, M.Kn mengatakan, perombakan struktur pejabat merupakan hal wajar setiap terjadi pergantian kepemimpinan. "Ini sesuatu yang biasa ketika ada perubahan rezim," ungkap alumni Universitas Islam Riau (UIR) tersebut kepada GoRiau.com, Senin (30/12/2024).

Ia menambahkan, praktik lobi dalam politik juga menjadi hal yang sulit dihindari. “Lobi adalah bagian dari dinamika politik. Namun, kita harapkan prioritas tetap pada profesionalisme, sehingga pejabat eselon II yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi,” ujarnya.

Dr. Ragil menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan eselon II memerlukan waktu dan harus melalui persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sesuai regulasi. Ia berharap kepemimpinan Abdul Wahid dan SF Hariyanto dapat menempatkan individu yang profesional di posisi strategis.

“Masyarakat Riau ingin melihat roda pemerintahan dan perekonomian berjalan lancar di bawah kepemimpinan baru ini,” katanya.

Menurut Dr. Ragil, duet Abdul Wahid dan SF Hariyanto adalah kombinasi ideal antara politisi dan birokrat. "Abdul Wahid akan memiliki kemampuan menyaring secara politis, sementara SF Hariyanto memahami kompetensi individu yang layak mengisi posisi eselon II," jelasnya. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Jelang Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Isu Perombakan Eselon II Semakin Mencuat, Begini Kata Pengamat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved