www.riau12.com
Selasa, 08-09-2026 | Jam Digital
16:11 WIB - Truk Galian C Diduga Rusak Jalan Kampar, DPRD Riau Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin | 15:57 WIB - Harga TBS Sawit Plasma Riau Naik Jadi Rp 3.994 per Kilogram Pekan Ini | 15:27 WIB - Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645/US$, Yen Jepang Jadi Penopang | 14:42 WIB - 2.121 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau 270 Titik dan Inhu Terbanyak | 14:24 WIB - 8 Ranperda Masuk Pembahasan DPRD Kampar, Desa Adat hingga Ketenagakerjaan | 07:56 WIB - Mancokau Ikan di Tanjung Belit, Ahmad Yuzar: Jaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita
 
Limbah Sawit PT NHR Diduga Cemari Sungai Kerampal Inhu
Jumat, 28-03-2025 - 09:08:20 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-RENGAT – Dugaan pencemaran Sungai Kerampal oleh limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Nikmat Halona Reksa (NHR) memicu reaksi cepat dari Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto. Kamis (27/3/2025), ia langsung meninjau lokasi kolam penampungan limbah pabrik sawit tersebut di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal.


Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ory Hanang Wibisono, dan sejumlah pejabat lainnya, Ade berjalan kaki menelusuri 15 kolam limbah milik PT NHR. Ia juga langsung mengambil sampel air dari kolam yang terindikasi membuang limbah ke sungai.

"Sebelum turun langsung, ada puluhan aduan warga yang masuk melalui pesan WhatsApp pribadi saya. Semua pengaduan tersebut terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah PKS PT NHR yang dialirkan ke Sungai Kerampal," ujarnya.
Di lokasi, ditemukan pipa pembuangan limbah dari kolam 11 dan kolam 15 yang mengalir ke sebuah parit. Parit ini bermuara ke Sungai Kerampal yang menjadi sumber air bersih warga sekitar.

"Dari hasil pengamatan, jarak antara kolam limbah dengan aliran sungai hanya sekitar 500 meter. Saya sudah ambil langsung sampelnya dan minta OPD terkait juga lakukan pengujian," jelasnya.

Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika hasil laboratorium menunjukkan limbah tersebut berbahaya dan terbukti sengaja dialirkan ke sungai.

Sementara itu, Manajer PT NHR, Wiwit Wahyudi Abto, menyebut bahwa pihaknya baru saja melakukan pencucian kolam dan yakin air limbah yang dibuang tidak berbahaya.

"Kami berani buang ke parit karena limbah tersebut tidak lagi berbahaya," ujarnya singkat.

Namun pernyataan itu dibantah oleh warga. Ketua RT 2 Desa Seberida, Surya Budi Pratama, menyatakan pencemaran sudah terjadi sejak lama, bahkan sejak pabrik berdiri.

"Saya tinggal di daerah aliran sungai ini. Jika dulu airnya bisa dikonsumsi, sekarang mandi pun tidak bisa lagi karena pencemaran dari PKS PT NHR," tegasnya.(***)

Sumber: GoRiau 




 
Berita Lainnya :
  • Limbah Sawit PT NHR Diduga Cemari Sungai Kerampal Inhu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved