www.riau12.com
Rabu, 09-09-2026 | Jam Digital
16:11 WIB - Truk Galian C Diduga Rusak Jalan Kampar, DPRD Riau Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin | 15:57 WIB - Harga TBS Sawit Plasma Riau Naik Jadi Rp 3.994 per Kilogram Pekan Ini | 15:27 WIB - Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645/US$, Yen Jepang Jadi Penopang | 14:42 WIB - 2.121 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau 270 Titik dan Inhu Terbanyak | 14:24 WIB - 8 Ranperda Masuk Pembahasan DPRD Kampar, Desa Adat hingga Ketenagakerjaan | 07:56 WIB - Mancokau Ikan di Tanjung Belit, Ahmad Yuzar: Jaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita
 
Ribuan Kebun Kelapa Rusak Diserang Hama Kumbang, Mahasiswa Minta Bupati Inhil Cabut Izin PT PWP
Sabtu, 15-03-2025 - 09:37:00 WIB

TERKAIT:
   
 

TEMBILAHAN -Riau12.com- Ribuan hektare lahan kelapa masyarakat rusak akibat hama kumbang di Kecamatan Enok. Sejumlah mahasiswa minta Bupati Indragiri Hilir (Inhil) mencabut izin PT Pelita Wijaya Perkasa (PT PWP).

Bahkan mereka juga meminta untuk mengevaluasi Dinas Perizinan, Perkebunan dan DLHK. Pernyataan itu disampaikan ketika menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Inhil, Jumat (14/3/2025) siang.

Koordinator lapangan, Mohd Idris mengatakan bahwa PT PWP diduga telah melakukan kejahatan lingkungan. Di mana hampir 80 persen kebun kelapa masyarakat rusak parah akibat replanting yang mereka lakukan.

"Hampir 80 persen kebun masyarakat rusak parah. Kami menuntut pertanggungjawaban dari pihak perusahaan,"ucapnya.

Akibat kerusakan perkebunan ini lanjut Idris, menyebabkan masyarakat kesusahan secara ekonomi, di mana 90 persen masyarakat bergantung dari kebun kelapa.

"Kerusakan kebun tersebut tidak sediki tpun upaya baik dari perusahaan untuk melakukan pemulihan dan ganti rugi. Kami dijajah di tanah sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Tembilahan Muhammad Yusuf meminta Bupati Inhil H Herman untuk mengevaluasi Dinas Perizinan, Perkebunan dan DLHK.

"Evaluasi Dinas DLHK, Perkebunan dan Perizinan, kami menilai dinas terkait melakukan kelalaian," katanya.

Sementara itu Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Herman berkomitmen akan menindaklanjuti dan memediasikan ke pihak perusahaan atas rusaknya kebun kelapa masyarakat di Kecamatan Enok. Hal itu disampaikan Herman ketika menemui sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi.

"Kami tindaklanjuti agar pihak perusahaan bertanggung jawab kepada masyarakat yang kebunnya terdampak hama kumbang," ungkapnya.

Mengenai ganti rugi dan kompensasi,  Herman tetap mendahulukan musyawarah masyarakat apakah tuntutannya berbentuk gati rugi atau digantikan dengan kebun plasma.

"Tergantung masyarakat nantinya, maunya seperti apa. Yang jelas persoalan ini harus diselesaikan," tegasnya.

Bukan hanya mengenai ganti rugi, Herman juga akan menyelidiki keberpihakan OPD. Yakni Dinas Perizinan dan DLHK dalam menangani kasus serangan hama kumbang yang sudah dalam ini.

Di mana sebelumnya, sudah beberapa kali digelar RDP di DPRD Inhil, pihak perusahaan tidak pernah hadir. Begitu juga dinas terkait, yang memancing kemarahan masyarakat Kecamatan Enok.

"Jika OPD terkait ada indikasi bermain, baik Dinas Perizinan, Perkebunan dan DLHK akan kami tindaklanjuti dengan tegas. Begitu juga dengan pihak perusahaan, jika tidak mengindahkan pemerintah, akan kami cabut izinnya," ucapnya.

Herman juga menegaskan mengenai penyelesaian kerusakan kebun masyarakat Enok merupakan tugas pemerintah, dan akan diselesaikan setelah Idulfitri dengan memanggil pihak terkait.

"Adik-adik tidak datang ke sini pun akan kami tindaklanjuti. Pemerintah punya kewajiban untuk menyelesaikan persoalan ini. Habis Idulfitri akan kami selesaikan," tutupnya.(***)

Sumber: Riaupos



 
Berita Lainnya :
  • Ribuan Kebun Kelapa Rusak Diserang Hama Kumbang, Mahasiswa Minta Bupati Inhil Cabut Izin PT PWP
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved