www.riau12.com
Senin, 07-09-2026 | Jam Digital
07:56 WIB - Mancokau Ikan di Tanjung Belit, Ahmad Yuzar: Jaga Alam, Alam Akan Menjaga Kita | 07:36 WIB - Garuda Muda Bungkam Juara Bertahan Australia 2-0, Indonesia Lolos ke Piala Asia U-20 2027 | 07:22 WIB - Erupsi Anak Krakatau Meluas, 1.558 Penerbangan Tertunda hingga Sekolah Terapkan PJJ | 07:10 WIB - Remaja 14 Tahun di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan OTK, Ditendang hingga Jatuh dari Motor | 06:47 WIB - Asap Makin Pekat, Sekolah PAUD hingga SMP di Pekanbaru Kembali Daring Dua Hari | 20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir
 
Terkendala Pasokan Listrik, Mesin Pengolahan Karet di Kuansing Belum Beroperasi
Jumat, 30-05-2025 - 15:26:16 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KUANSING - Bantuan mesin pengolahan karet yang diterima Gapoktan Maju Basamo dari Pemkab Kuansing pada akhir tahun 2024 lalu belum juga difungsikan.

Dua unit mesin pengolahan karet senilai Rp 2,3 miliar yang berada di Desa Musalo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah itu digadang-gadang bakal mengolah karet dari petani lokal menjadi berbagai macam produk jadi siap pakai.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing Andriyama Putra, Kamis (29/5/2025) mengatakan bahwa belum beroperasinya mesin tersebut karena terkendala pasokan listrik.

Andriyama mengatakan, untuk mengoperasikannya mesin tersebut membutuhkan pasokan listrik daya listrik sebesar 55.000 watt.

"Daya listrik saat ini tidak sampai segitu, akibatnya mesin tidak dapat menyala," ujar Andriyama.

Untuk menyiapkan daya listrik sebesar tersebut, pihak Gapoktan tidak memiliki anggaran untuk membeli mesin pembangkit sendiri atau dana memasang instalasi listrik dari PLN.

Sementara itu, Pemkab Kuansing tidak memasukan anggaran pembangkit listrik pada APBD murni 2025.

"Kita akan bantu anggarkan di APBD Perubahan 2025 nanti. Dari laporan pihak Gapoktan, mereka membutuhkan anggara Rp 130 juta untuk trafo khusus untuk jaringan listrik di sana," ujar Andriyama.

Andriyama menjelaskan bantuan dua unit mesin pengolahan karet tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkab dalam mendukung hilirisasi karet lokal.

Ia berharap dengan adanya hilirisasi tersebut, Kuansing tidak hanya menjual karet mentah.

"Dampaknya nanti tentunya pada perekonomian warga sekitar dan juga petani karet," ujar Andriyama.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Terkendala Pasokan Listrik, Mesin Pengolahan Karet di Kuansing Belum Beroperasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved