Reses Raja Ferza Fakhlevi di Lubuk Siam "Fokus Penanganan Banjir dan Pembangunan Berkelanjutan"
Riau12.com-KAMPAR – Dalam reses yang berlangsung di Desa Lubuk Siam, Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Raja Ihsan Pahlevi, menyoroti isu penting yang selama ini mengganggu kehidupan masyarakat setempat: banjir langganan yang sering melanda daerah ini.
Dihadiri oleh Kepala Desa Pebri Saputra, perangkat desa, Ninik Mamak, serta masyarakat, reses kali ini menekankan pentingnya solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di kawasan yang terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) ini.
Lubuk Siam, yang juga terhubung dengan Desa Teratak Buluh dan Desa Tanjung Balam, memang dikenal memiliki kekayaan budaya dan adat. Namun, lokasi geografis yang berada di sekitar aliran sungai menyebabkan daerah ini rentan terhadap bencana banjir, terutama saat musim hujan tiba. Banjir yang berulang kali merendam rumah-rumah warga serta lahan pertanian ini telah menjadi perhatian utama bagi masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Raja Ihsan Pahlevi menyampaikan pentingnya penanganan banjir secara serius dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa permasalahan banjir tidak bisa diselesaikan hanya dengan langkah-langkah sementara, tetapi membutuhkan upaya jangka panjang yang melibatkan perbaikan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
"Saya berkomitmen untuk memperjuangkan anggaran dan kebijakan yang fokus pada penanggulangan banjir di Lubuk Siam. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana kita mengelola lingkungan dan menjaga keseimbangan alam. Kita perlu membangun sistem drainase yang lebih baik, merevitalisasi daerah tangkapan air, dan melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan banjir," ujar Raja Ihsan Pahlevi sembari menyerahkan bantuan alat musik tradisional sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, Sabtu (7/12/2204).
Sebagai bagian dari komitmennya, Raja juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan daerah aliran air, serta menghindari penebangan hutan yang dapat memperburuk masalah banjir.
"Pemerintah daerah juga diminta untuk segera merencanakan solusi yang lebih permanen, seperti pembangunan tanggul, peningkatan kapasitas drainase, dan rehabilitasi hutan di sekitar DAS," jelasnya.
Ke depan, Raja Ihsan Pahlevi berencana untuk memperjuangkan pengalokasian anggaran daerah yang lebih besar untuk pembangunan infrastruktur antisipasi banjir di kawasan ini, serta bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan bahwa upaya penanganan bencana alam bisa lebih efektif.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan banjir yang telah lama menjadi masalah utama di Desa Lubuk Siam. ***
Komentar Anda :