www.riau12.com
Kamis, 10-09-2026 | Jam Digital
13:30 WIB - PTPN IV Regional III Salurkan Rp3,65 Miliar TJSL, Sasar Pendidikan hingga UMKM Riau | 13:19 WIB - Tukang Gigi Tewas Dikeroyok di Pelalawan, 4 Orang Diamankan | 11:35 WIB - Dari Kasi, Plt, Kini Definitif: Siti Melia Resmi Jabat Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Kampar | 11:14 WIB - Misharti Lantik 17 Pejabat Kampar, Eks Sekretaris DPMPTSP Pekanbaru Dapat Jabatan Strategis | 10:10 WIB - Beasiswa Rp5 Miliar Dibuka, PKB Kampar: Janji Politik Ahmad Yuzar-Misharti Mulai Dibuktikan | 16:11 WIB - Truk Galian C Diduga Rusak Jalan Kampar, DPRD Riau Dorong Evaluasi hingga Pencabutan Izin
 
Pengurus Penuh dengan Kontroversi, Kepala Desa Pangkalan Baru Kampar Minta Agar Koppsa-M Dikembalikan ke Masyarakat
Jumat, 10-01-2025 - 09:08:42 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Kepala Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Yusri Erwin meminta agar Koperasi Produsen Sukses Sawit Makmur (Koppsa-M) dikembalikan ke masyarakat setempat. Pernyataan ini disampaikan menyusul berbagai kontroversi yang melibatkan pengurus koperasi, termasuk Ketua Nusirwan, yang dinilai merugikan petani setempat.

"Dari hati yang paling dalam, sebagai anak asli Desa Pangkalan Baru, saya tidak rela Koppsa-M menjadi alat sekelompok orang yang bukan warga setempat," ujar Yusri, yang juga menyoroti status Nusirwan sebagai pendatang.

Yusri mengaku awalnya menaruh harapan pada Nusirwan, mengingat latar belakangnya sebagai mantan karyawan PTPN IV Regional III, yang sebelumnya menjadi mitra Koppsa-M. Namun, ia menilai Nusirwan justru memperburuk situasi dengan kebijakan yang tidak pro-petani.

"Alih-alih memperbaiki, dia malah memperkeruh keadaan. Akibatnya, kami semua menjadi korban," tegasnya. Yusri bahkan tidak mampu menahan tangis saat mengingat masa depan anak cucu desa yang bergantung pada koperasi tersebut.

Sengkarut yang Tak Kunjung Usai

Koppsa-M hingga kini masih menghadapi berbagai masalah hukum dan internal. Ketua sebelumnya, Anthony Hamzah, sudah divonis bersalah atas kasus hukum. Namun, pengurus baru justru dinilai mengulangi kesalahan yang sama, termasuk memecat pengurus lain yang dianggap tidak sejalan.

Pengurus juga dituding melakukan transaksi ilegal terhadap aset petani, meski dokumen agunan berada di bank. Hal ini menyebabkan mayoritas anggota Koppsa-M saat ini bukan lagi petani asli desa, melainkan pihak yang membeli kebun secara gelap.

Sebagai mitra dan penjamin keuangan, PTPN IV Regional III kini mengambil langkah hukum terhadap pengurus dan 622 petani anggota Koppsa-M. Gugatan ini dilayangkan karena pengurus enggan membayar cicilan pembangunan kebun sawit seluas 1.650 hektare.

Suara Petani Asli

Mustaqim, salah satu petani asli Desa Pangkalan Baru, mendukung langkah hukum ini. Ia menilai pengurus seharusnya mengakui kewajiban untuk menyicil utang kepada PTPN IV.

"Namanya utang itu wajib dibayar. Dimana pun, aturan seperti itu berlaku," katanya. Mustaqim berharap pengurus lebih terbuka dan mendukung penyelesaian masalah demi kebaikan seluruh petani.(***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Pengurus Penuh dengan Kontroversi, Kepala Desa Pangkalan Baru Kampar Minta Agar Koppsa-M Dikembalikan ke Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved